Artikel Kesehatan

Aturan Olahraga Saat Puasa

Puasa? Tetap olahraga, dong. Tapi sesuaikan olahraga dengan pola makan yang berubah saat puasa, ya…

Yang terjadi pada tubuh ketika berolahraga

⦁   Saat olahraga lari atau fitness di gym, tubuh menggunakan glikogen atau simpanan karbohidrat untuk bahan bakar. "Sayangnya, saat puasa persediaan glikogen berkurang. Tubuh mulai mengurai protein yang ada dalam otot untuk bahan bakar," jelas Kelly Pritchett, spesialis diet olahraga dan asisten profesor di Universitas Central Washington.

⦁   Tubuh pun dipaksa untuk mencari (dan membakar) sumber energi lain, seperti lemak. Makanya, orang yang lari sebelum sarapan bisa membakar 20 persen lebih banyak lemak dibanding yang sudah makan.

⦁   Kamu bisa saja menghilangkan sejumlah lemak, tapi otot pun bisa berkurang. Dan kalau berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, plus nggak makan karbohidrat, tubuhmu akan mulai membakar protein. Hal ini bisa memperlambat metabolisme, yang membuat program penurunan berat badan menjadi lebih sulit.


Beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat berolahraga di waktu puasa:

1.   Rendah Kardio

Cara ukur yang gampang; kamu harus bisa berbicara dengan mudah saat berolahraga. Penting untung mendengarkan yang diinginkan tubuh, dan berhenti berolahraga, kalau merasa lemas atau pusing.

2.   Tingkatkan Intensitas Setelah Berbuka

Semakin dekat kamu menjadwalkan waktu olahraga dengan waktu makan terakhir, semakin baik. Sehingga kamu masih punya cadangan glikogen untuk bahan bakar olahraga, dan mengurangi risiko kadar gula rendah.

3.   Jaga Asupan Proteinmu

Kamu bisa konsumsi NutriliteTM Hi-Protein Berry-Flavoured saat sahur dan berbuka. Dengan rasa berry yang super yummy, menyediakan protein berkualitas tinggi yang berasal dari sumber protein susu dan kacang kedelai serta diperkaya dengan kalsium dan vitamin C.