Artikel Kesehatan

Penyebab Kesemutan

Benarkah sensasi di sistem persarafan ini tidak berbahaya? Cari tahu, yuk…


Mengapa Kesemutan?

Pernah merasa tiba-tiba telapak kaki seperti digigit ratusan semut atau ditusuki jarum? Sensasi kesemutan ini menandakan adanya iritasi pada saraf. Begini proses terjadinya sensasi kesemutan:

⦁   Impuls listrik yang normal biasnaya berjalan sepanjang persarafan dari tulang belakang dan anggota gerak, diteruskan ke sumsum tulang belakang untuk diterjemahkan di otak.

⦁   Apabila terdapat tekanan yang konstan pada salah satu bagian saraf, maka akan terjadi kemacetan lalu lintas impuls saraf, yang menghambat kerja sistem saraf normal untuk meneruskan impuls listrik dan menerjemahkannya menjadi sensasi sensoris.

⦁   Ketika terdapat area persarafan yang tertekan, maka arteri di sekitarnya juga terganggu. Arteri tersebut mengalirkan suplai darah yang mengandung oksigen dan glukosa untuk saraf. Apabila terjadi blokade, maka kemampuan saraf untuk mengirimkan sinyal ikut terganggu sehingga anggota gerak yang mengalami tekanan akan terasa lemah dan sulit digerakkan.

⦁   Ketika tekanan pada area tersebut disingkirkan, sel saraf akan kembali aktif dan mulai menerima impuls kembali.

⦁   Sistem saraf cenderung menjadi hiperaktif karena fungsinya mulai kembali normal. Hal inilah yang mendasari sensasi kesemutan atau rasa seperti tertusuk jarum pada saraf anggota gerak yang tertekan. Ini merupakan fase sementara yang menandakan sistem saraf kembali aktif berfungsi.


Apakah Berbahaya?

Pada dasarnya kesemutan tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun pada kasus tertentu, kesemutan dapat dirasakan terus-menerus dan berulang kali. Jika hal ini yang terjadi, maka lakukan tindakan berikut:

⦁   Cek lokasi kesemutan, adakah perubahan pada kulit di sekitar area kesemutan, terasa baal atau mati rasa, dan rasa nyeri yang bertambah.

⦁   Periksa ke dokter jika rasa kesemutan yang disertai dengan gejala tambahan seperti nyeri, kelemahan anggota tubuh, atau mati rasa.

Kesemutan berkepanjangan bisa juga disebabkan saraf mengalami cedera, misalnya setelah seseorang mengalami kecelakaan atau karena penyakit metabolik kronis. Kemudian saaf dapat terjebak dalam kondisi kesemutan, yang diikuti rasa nyeri yang konstan. Contoh gangguan medis dengan gejala serupa adalah sindrom terowongan karpal atau neuropati diabetikum.